Minggu, 07 Februari 2016

A L P A B E M O


          Berawal dari kegalauan saya sebagai seorang guru, ketika kemampuan siswa-siswa tidak sesuai dengan harapan. Setiap kali menyelesaikan soal-soal tetntang bentuk molekul, selalu saja ; kesulitan menyususn struktur Lewis (pada KTSP materi struktur Lewis pada kelas X sedangkan bentuk molekul pada kelas XI) yang menjadi prasyarat dalam menentukan bentuk molekul. Dan yang lebih parah lagi mereka selalu sulit mengingat bentuk-bentuk  molekul, tetrahedron, oktahedron, segitiga piramida dan lain-lain. 
          Dari kegalauan tersebut, munculah ide untuk membuat sebuah alat peraga yaitu : ALPA BEMO (Alat Peraga Bentuk Molekul) sebenarnya alat ini terlalu sederhana untuk dibahas. Begitu mudahnya dibuat, murah, fleksibel dan tahan lama. Bukan kesederhanaanya yang menjadikan Alpa Bemo istimewa, melainkan kasiatnya. Setelah menerapkan Alpa Bemo dalam pembelajaran Bentuk Molekul, siswa mampu mengingat bentuk-bentuk molekul dengan baik diikuti dengan meningkatnya hasil belajar siswa, hal ini dikarenakan dalam pembelajaran ini siswa terlibat langsung menyusun dan merangkai bentuk molekul sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan, hal yang demikian sesuai dengan scientific method. Dalam teori konstruktivisme dinyatakan bahwa belajar akan lebih bermakna jika siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri melalui pengalaman belajarnya. Sedangkan menurut Edgar Dale mmenyatakan pembelajaran dengan kegiatan simulasi dan melakukan hal nyata berkontribusi 90% terhadap pemahaman dan daya ingat terhadap sesuatu. Atas dukungan dari beberapa teori tersebut, saya selalu menerapkan Alpa Bemo dalam pembelajaran Bentuk Molekul.  
           
             Alpa Bemo yang sederhana namun berksiat ini, akhirnya mampu membawa saya bersaing ke tingkat nasional dalam lomba karya ilmiah simposium Guru tahun 2015. Dari 3366 pengirim karya dari seluruh Indonesia, Alpa Bemo terpilih menjadi 250 finalis. Oleh karenanya juga saya beresempatan diundang ke Jakarta (hotel Diraja, mampang Jakarta pusat) untuk mempresentasikan kasiat Alpa Bemo. Kesempatan yang luar biasa, saya musti mempersiapkanya dengan baik. Tetapi akhirnya dengan berat hati saya tidak dapat  memenuhi undangan tersebut, karena naskah best practice yang saya kirim 3 bulan yang lalu pun lolos di tigkat nasional dan harus dipresentasikan dalam waktu yang bersamaan. 
            Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya saya memilih untuk mempresentasikan Best practice di Puncak Bogor. Meskipun belum mampu meraih predikat juara, tetapi sungguh, pengalaman 5 hari (21 - 25 Nopember 2015) bersama orang-orang hebat di forum tersebut memberikan motivasi, inspirasi dan pengalaman yang luar biasa. Semangat kian tumbuh,...."selalu berkarya dan berprestasi !"
        Satu kesempatan yang tidak akan pernah terlupakan adalah ketika saya berkesempatan untuk merayakan hari Guru ke 70 tingkat nasional (23 dan 24 Nopember 2015) bersama bapak Presiden Joko Wi serta Pak Anies Baswedan di Senayan Jakarta. GURU MULIA KARENA KARYA.
             

0 komentar:

Posting Komentar